Tampilkan postingan dengan label Humas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Mei 2020

Komunikasi (lanjutan 4)




Teknik Penyusunan Pesan

Seorang public relations yang profesional harus memiliki keahlian menulis. Menurut Fraser P. Seltel “menulis adalah kunci public relations meskipun saat ini adalah era komputer” Secara umum, public relations writing merupakan aktivitas menulis yang didesain untuk membangun dan menjaga hubungan positif dengan publik yang dapat memengaruhi organisasi, karena itu tujuannya adalah menginformasikan dan memengaruhi sikap dan perubahan perilaku publik.

1 Pengertian teknik penulisan humas

Menulis adalah pekerjaan yang memerlukan perpaduan pikiran, perasaan, dan tangan. Pikiran artinya wawasan pengetahuan yang luas. Perasaan mencakup rangsangan emosional pada otak, seperti keindahan tulisan, unsur seni atau etika penulisan. Tangan maksudnya adalah teknik-teknik dasar menulis.

Teknik penulisan humas (public relation writing) adalah suatu keterampilan menulis (writing skills) PR dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan atau organisasi. Tipe-tipe atau penulisan naskah public relations dapat dibagi menjadi dua bagian, sebagai berikut.

a. Berkaitan dengan media relation atau press relations, seperti naskah press release (siaran pers), advertorial, dan press conference (press kit, atau media kit).

b. Berkaitan dengan media. promosi, informasi dan komunikasi perusahaan atau organisasi, seperti naskah untuk dipublikasikan di newsletter, in house magazine atau komponen magazine, naskah laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur dan sebagainya.

Secara umum proses dasar menulis terdiri dari tiga tahap, sebagai berikut.

A. Perencanaan

Tahap perencanaan adalah tahap awal yang menentukan proses penulisan lebih lanjut. Tahapan dalam perencanaan mencakup beberapa hal berikut ini.

1) Merumuskan maksud atau tujuan menulis. 2) Tulisan untuk mata atau untuk telinga. 3) Tulisan harus didasari oleh pokok pikiran (tema sentral). 4) Menganalisis khalayak atau orang yang menjadi sasaran pesan. 5) Menetapkan media.

B. Penulisan

Tahap penulisan merupakan implementasi hal-hal yang ditetapkan pada tahap perencanaan. Tahapan dalam penulisan mencakup beberapa hal berikut.

1) Biasakan membuat draft. Draft disebut sebagai rancangan tulisan. 2) Tulisan sederhana, jelas dan mengarah. '

3) Mengelola bentuk dan teknik penyajian pesan.

C. Evaluasi

Tahap ini adalah tahap untuk melakukan pengecekan terhadap hasil tulisan.


Jenis-jenis penulisan humas

  1. Press release
  2. Feature
  3. Backgrounders
  4. Factsheet
  5. Whitepaper
  6. Brosur
  7. Web organisasi
  8. Newsletter
  9. Surat pembaca
  10. Advertorial
  11. Press conference
  12. Laporan tahunan
Pemakaian bahasa dalam pers
  1. Sederhana
  2. Singkat
  3. Padat
  4. Lugas
  5. Jelas
  6. Jernih
  7. Menarik
  8. Demokratis
  9. Populis
  10. Logis
  11. Gramatikal
  12. Menghindari kata tutur
  13. Menggunakan kalimat aktif
  14. Menghindari kata/istilah teknis
  15. Menghindari kata/istilah asing
  16. Tunduk pada kaidah dan etika bahasa baku
Untuk tugas nya cari tahu kemudian jelaskan jenis jenis penulisan humas yg tadi disebutkan, potokan jawaban kalian lalu kirimkan via wa, wa seperlunya tidak usah menggunakan emotikon dan jangan lupa absen dikolom komentar, tugas dan absen hanya berlaku sampai jam 18.00, terimakasih 

Sabtu, 09 Mei 2020

Komunikasi (lanjutan 3)


Untuk minggu ini tidak ada materi baru, tugas ny silahkan buat kesimpulan/rangkuman dari awal materi. Ditulis dan kirimkan fotonya melalui wa, wa seperlunya tidak perlu memakai emotikon apapun, tugas dan absen hanya berlaku sampai pukul 18:00.

Sabtu, 02 Mei 2020

Komunikasi (Lanjutan 2)



Dalam pembahasan sebelumnya. Kita sudah mempelajari tentang unsur serta bentuk komunikasi. Kita mengetahui bahwa agar menjadi kegiatan komunikasi yg lengkap, komunikasi tersebut harus mengandung 5 unsur, yaitu communicator (pembicara), communicant (pendengar), message (pesan), transmit (penyampaian) dan feedback (respon). Contoh dalam berkomunikasi arman berbicara kepada dewa tentang bisnis mereka melalui videocall, dewa mendengarkan dengan seksama penjelasan arman lalu memberikan tanggapannya, itu adalah komunikasi yang lengkap. Arman sebagai pembicara, dewa sebagai pendengar, ada pesan yang disampaikan, penyampaian yang baik dan ada respon dari pendengar, 5 unsur komunikasi terpenuhi.

Untuk pembahasan kali ini, kita akan mempelajari tentang teknik komunikasi dan 7C untuk komunikasi yang efektif. Jika digabungkan keduanya, komunikasi akan menjadi lebih baik dan hasil dari komunikasi tersebut akan sesuai dengan harapan kita.

Menurut tujuannya, teknik komunikasi terbagi 4 yaitu teknik komunikasi informatif, koersif, instruktif dan hubungan manusia yang berkesinambungan. Masing-masing teknik komunikasi tersebut memiliki tujuan yang berbeda, berikut penjelasannya.

INFORMATIVE COMMUNICATION (KOMUNIKASI INFORMATIF)

Informative communication adalah suatu pesan yang disampaikan kepada seseorang atau sejumlah orang tentang hal-hal baru yang diketahuinya. Teknik ini berdampak kognitif pasalnya komunikan hanya mengetahui saja. Seperti halnya dalam penyampaian berita dalam media cetak maupun elektronik, pada teknik informatif ini berlaku komunikasi satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, medianya menimbulkan keserempakan, serta komunikannya heterogen. Biasanya teknik informative yang digunakan oleh media bersifat asosiasi, yaitu dengan cara menumpangkan penyajian pesan pada objek atau peristiwa yang sedang menarik perhatian khalayak.

Kendatipun demikian teknik informatif ini dapat pula berlaku pada seseorang, seperti halnya kajian ilmu yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa, namun bersifat relatif, pasalnya pada kajian ilmu tertentu, sedikit banyak telah diketahui oleh mahasiswanya.

 PERSUASIF COMMUNICATION (KOMUNIKASI PERSUASIF)

Komunikasi persuasif bertujuan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku komunikan yang lebih menekan sisi psikologis komunikan. Penekanan ini dimaksudkan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, tetapi persuasi dilakukan dengan halus, luwes, yang mengandung sifat-sifat manusiawi sehingga mengakibatkan kesadaran dan kerelaan yang disertai perasaan senang. Agar komunikasi persuasif mencapai tujuan dan sasarannya, maka perlu dilakukan perencanaan yang matang dengan mempergunakan komponen-komponen ilmu komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, dan komunikan. Sehingga dapat terciptanya pikiran, perasaan, dan hasil penginderaannya terorganisasi secara mantap dan terpadu. biasanya teknik ini afektif, komunikan bukan hanya sekedar tahu, tapi tergerak hatinya dan menimbulkan perasaan tertentu.

 COERSIVE/ INSTRUKTIVE COMMUNICATION(KOMUNIKASI BERSIFAT  PERINTAH)

Komunikasi instruktif atau koersi teknik komunikasi berupa perintah, ancaman, sangsi dan lain-lain yang bersifat paksaan, sehingga orang-orang yang dijadikan sasaran (komunikan) melakukannya secara terpaksa, biasanya teknik komunikasi seperti ini bersifat fear arousing, yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan resiko yang buruk. Serta tidak luput dari sifat red-herring, yaitu interes atau muatan kepentingan untuk meraih kemenangan dalam suatu konflik ,perdebatan dengan menepis argumentasi yang lemah kemudian dijadikan untuk menyerang lawan. Bagi seorang diplomat atau tokoh politik teknik tersebut menjadi senjata andalan dan sangat penting untuk mempertahankan diri atau menyerang secara diplomatis.


HUMAN RELATION (HUBUNGAN MANUSIA)

Hubungan manusiawi merupakan terjemahan dari human relation. Adapula yang mengartikan hubungan manusia dan hubungan antar manusia, namun dalam kaitannya hubungan manusia tidak hanya dalam hal berkomunikasi saja, namun didalam pelaksanaannya terkandung nilai nilai kemanusiaan serta unsur-unsur kejiwaan yang amat mendalam. Seperti halnya mengubah sifat, pendapat, atau perilau seseorang. Jika ditinjau dari sisi ilmu komunikasi hubungan manusia ini termasuk kedalam komunikasi interpersonal, pasalnya komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih dan bersifat dialogis.

Hubungan manusia pada umumnya dilakukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi, meniadakan salah pengertian dan mengembangkan tabiat manusia. Untuk melakukan hubungan manusia biasanya digunakan beberapa teknik pendekatan yaitu pendekatan emosional (emosional approach) dan pendekatan social budaya (sosio-cultur approach).

A. PENDEKATAN EMOSIONAL (EMOSIONAL APPROACH)

Teknik penekatan yang biasanya digunakan dalam pendekatan semacam ini biasanya bersifat icing (baca: aising), yaitu seni menata pesan dengan emotional appeal sedemikian rupa, sehingga komunikan menjadi tertarik perhatiannya. Bisa dianalogikan dengan kue yang baru dikeluarkan dari panggangan yang ditata dengan lapisan gula warna-warni sehingga kue yang tadinya tidak menarik menjadi indah dan memikat. Dalam hubungan ini komunikator mempertaruhkan kepercayaan komunikan terhadap fakta pesan yang disampaikan, maka teknik ini berujung pay off atau reward, yaitu bujukan atau rayuan dengan cara “mengiming-imingi” komunikan dengan hal yang menguntungkan atau menjanjikan harapan. Pada umumnya emotional approach ini menggunakan konseling sebagai senjata yang ampuh, baik secara langsung maupun tidak langsung, hal ini bertujuan agar pesan bisa secara langsung menyentuh perasaan komunikan.


B. PENDEKATAN SOSIAL-BUDAYA (SOSIO CULTURE APPROACH)

Salah satu tujuan komunikasi adalah tersampaikannya pesan dari komunikator kepada komunikan, maka dianjurkan bagi komunikator terlebih dahulu memahami perilaku social serta budaya masyarakat setempat yang akan menjadi komunikan. hal ini bertujuan agar komunikan, lebih memahami serta tidak merasa tersinggung oleh pesan yang disampaikan oleh komunikator, selain hal tersebut masyarakat yang menjadi komunikan tidak dapat terlepas dari budaya. oleh karena itu pesan akan lebih mudah diterima jika tidak menghilangkan aspek – aspek seni budaya yang berada di sekitar komunikan berada. Jika komunikator tidak memperhatikan kerangka budaya yang berkembang di tengah-tengah komunkan. maka tidak menutup kemungkinan pesan yang disampaikan akan mendapatkan penolakan penolakan, pasalnya budaya yang digunakan oleh masyarakat berasal dari falsafah hidupnya, serta menjadi suatu aturan yang secara tidak langsung digunakan dalam kehidupannya sehari - hari termasuk ketika seseorang mengaplikasikan pesan – pesan yang disampaikan. Jika pesan tersebut dapat selaras dengan budaya komunikan maka pesan tersebut dapat menjadi suatu behavioral, yakni suatu dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan, atau kegiatan.

Selanjutnya adalah 7C dalam berkomunikasi, isinya adalah:

  1. Clear (jelas)
  2. Correct (benar)
  3. Concise (padat)
  4. Concrete (nyata)
  5. Coherent (masuk akal)
  6. Complete (lengkap)
  7. Corteus (sopan)
Demikian untuk materi kali ini, sebagai tugasnya, jawablah pertanyaan dibawah ini!

  1. Berikan contoh nyata masing-masing satu untuk setiap teknik komunikasi!
  2. Berikan juga contoh untuk pendekatan emosional dan pendekatan sosial-budaya!
  3. Jelaskan 7C dalam komunikasi!
Demikian materi untuk kali ini, absen dan tugas seperti biasa berlaku hanya sampai pukul 18:00 WIB. Untuk diperhatikan, dalam pengumpulan tugas gunakan bahasa resmi dan seperlunya saja, tanpa emotikon.

Sabtu, 18 April 2020

Komunikasi (Lanjutan 1)


Pada pembahasan lalu, kita telah membahas tentang definisi dan lambang komunikasi. Intinya dalam berkomunikasi harus ada kesamaan agar komunikasi menjadi efektif. Apa yang sama? Seperti pemahaman, alat, terlebih bahasa yang digunakan harus sama, atau paling tidak berimbang.

Beranjak pada pembahasan selanjutnya, kali ini kita akan membahas tentang unsur-unsur dan bentuk-bentuk komunikasi.

Ada 5 unsur pokok yang menjadi syarat dalam komunikasi efektif, yaitu

  1. Pengirim pesan (communikator)
  2. Penerima pesan (communicate)
  3. Pesan (message)
  4. Penyampaian (transmit)
  5. Respon (feedback)

Semua unsur tersebut harus ada dalam berkomunikasi jika tidak maka komunikasi dianggap kurang efektif bahkan cacat/gagal.

Selanjutnya adalah bentuk-bentuk komunikasi. Berdasarkan proses, komunikasi terbagi 2 yaitu komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Dikatakan komunikasi langsung jika kita langsung berhadapan dengan komunikan atau komunikator, dan kita berinteraksi dengannya secara langsung. Segala pembicaraan, gestur, raut wajah, dan tanggapan spontan bisa kita lihat dan dengar saat itu juga. Sedangkan komunikasi tidak langsung adalah komunikasi yang terhambat jarak dan waktu. Bisa juga melewati proses tertentu dengan maksud agar pesan yang ingin disampaikan bisa benar2 diterima dengan baik atau bisa tersebar seluas-luasnya. Contoh berkomunikasi via telepon, chatting, videocall, atau melalui radio, televisi, kanal youtube, bahkan melalui media cetak seperti koran, majalah, atau buku.

Bentuk komunikasi selanjutnya terbagi menurut besaran sasaran nya. Bentuk ini terbagi 3 yaitu komunikasi massa, kelompok, dan perorangan. Komunikasi massa biasanya memiliki pemirsa yang sangat banyak, bisa suatu golongan, bahkan antar golongan, satu kota, provinsi, bahkan sati negara atau seluruh dunia. Komunikasi massa yang baik harus benar-benar memiliki perencanaan yang matang, pesan disusun dengan jelas, bahasa mudah dipahami, juga dikemas dengan menarik.

Lalu komunikasi kelompok, merupakan bentuk komunikasi dengan pemirsa yang lebih sedikit. Bisa dikatakan komunikasi dalam kelas, sebuah klub motor, atau supporter sepakbola termasuk dalam komunikasi kelompok. Komunikasi dalam kelompok umumnya didominasi oleh beberapa orang yang aktif dan sisanya mendengarkan saja. Dan pada titik ini, komunikasi kelompok bisa menemui kegagalan jika pemirsanya terlalu pasif bahkan tidak memberikan kontribusi samasekali dan membuat komunikasi kelompok menjadi hambar atau sebaliknya jika semua orang dalam kelompok hanya ingin berbicara saja dan tidak mau mendengarkan, inipun bisa menjadi hambatan yang membuat komunikasi dalam kelompok menjadi kurang efektif.

Selanjutnya komunikasi perorangan atau personal. Komunikasi ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu komunikasi interpersonal dan intrapersonal. Komunikasi interpersonal yaitu komunikasi antara dua orang atau lebih dengan jumlah yang tidak banyak, bisa berbentuk dialog, diskusi, atau wawancara. Komunikasi ini bersifat lebih pribadi sehingga sangat mungkin bisa digunakan untuk membujuk atau mempengaruhi seseorang dengan lebih efektif. Sedangkan komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. Bagaimana pergolakan jiwa dan emosi yang bertentangan terjadi dalam dirinya, atau proses kompromi, menimbang-nimbang sesuatu, bisa juga proses berfikir kreatif yang terjadi dalam pikirannya. Orang lain tidak benar-benar tahu apa yang ada dalam benaknya. Itu yang disebut komunikasi intrapersonal.

Demikian untuk pembahasan materi komunikasi lanjutan 1. Sebagai tugasnya, jawablah pertanyaan berikut ini:


  1. Dijelaskan ada 5 unsur dalam komunikasi, masukkan 5 unsur tersebut kedalam contoh kegiatan berkomunikasi!
  2. Pilihlah 1 media komunikasi massa yang paling efektif menurut kalian! Jawab beserta argumen nya!
  3. Hal apa saja yang harus dilakukan agar komunikasi dalam kelompok menjadi efektif? Jelaskan!
  4. Berikan 1 contoh komunikasi intrapersonal yang bisa saja terjadi dalam kehidupan kalian! Jelaskan!
Ps: pengiriman tugas dan absen hanya berlaku bagi yang mengirim sebelum pukul 18:00 WIB. Bagi yang absen dan mengirim tugas lebih dari waktu yang ditentukan tidak akan dianggap. Dalam pengiriman tugas gunakan bahasa yg resmi, sopan, dan tidak menggunakan emotikon.

Minggu, 05 April 2020

Komunikasi


Ini adalah pelajaran otomatisasi tatakelola humas dan keprotokolan kelas XI program studi otomatisasi tatakelola perkantoran. Ini adalah materi ke 3 setelah materi ruanglingkup kehumasan dan pelayanan prima kepada pelanggan yang telah dibahas pada semester 3.

Secara etimologi, komunikasi atau menurut bahasa inggris communication berasal dari bahasa latin communis/communicare yg artinya sama/membuat sama. Komunikasi seperti yg kita pahami sehari-hari seperti berdialog baik secara langsung maupun melewati alat seperti telepon, maupun texting seperti menggunakan surat baik fisik atau elektronik, atau yang lebih kekinian menggunakan aplikasi chatting. Semua komunikasi tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada kesamaan.

Secara istilah, komunikasi adalah sebuah proses perpindahan dan pertukaran pesan bisa berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi dari seseorang kepada orang lain untuk memberikan pemahaman, mempengaruhi dan/atau mengubah tingkah laku orang yang menerima pesan.

Dalam berkomunikasi, kita menggunakan alat yang disebut lambang komunikasi. Terdapat 2 jenis lambang komunikasi yaitu lambang komunikasi umum dan khusus.

Lambang komunikasi umum diantaranya:
1. Lambang komunikasi mimik atau raut wajah
2. Lambang komunikasi gerak-gerik
3. Lambang komunikasi suara
4. Lambang komunikasi bahasa

Sedangkan lambang komunikasi khusus diantaranya, warna2, tatarias/tatabusana, dan tata lampu pada sebuah film.

Demikian untuk materi pertama tentang komunikasi, untuk menambah pemahaman kalian silakan jawab pertanyaan dibawah ini.

1. Dijelaskan pada akhir alenia pertama bahwa semua komunikasi tidak akan berjalan jika tidak ada kesamaan, kenapa? Jelaskan beserta contoh!
2. Cari 3 definisi komunikasi menurut para ahli serta jelaskan apa maksudnya menurut pemahaman kalian!
3. Berikan masing-masing contoh dari 4 jenis lambang komunikasi umum!
4. Bagaimana caranya warna, tatarias/tatabusana dan tatalampu sebuah film dapat berkomunikasi? Jelaskan beserta contoh!

Jawab pertanyaan diatas di buku kalian, foto jawaban lalu kirim ke WA pak Sidrah, cantumkan nama dan kelas di bagian paling atas buku kalian.

Ps. Berikan komentar pada postingan ini untuk dapat nilai tambahan, komen hadir beserta nama dan kelas kalian,terimakasih.

Pengenalan Struktur Organisasi dan Information Flow di Perusahaan

 Pendahuluan Dalam sebuah perusahaan, setiap karyawan memiliki peran, tanggung jawab, dan jalur komunikasi yang berbeda. Agar pekerjaan berj...